Presiden Prabowo Dorong Perluasan Beasiswa Pendidikan Tinggi di Indonesia

Rananusantara.com Nasional – Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan strategis untuk penguatan pendidikan tinggi nasional dalam Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2026, yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis 15 Januari 2026. Taklimat tersebut menyoroti perluasan akses beasiswa, penguatan sains dan teknologi, juga pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan nasional.

Dilansir dari RRI.CO.ID pada Kamis 22 Januari 2026 dan Setneg.go.id. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam penjelasannya selesai kegiatan mengatakan bahwa para rektor dan guru besar mengapresiasi forum dialog langsung dengan Presiden Prabowo. Bahkan para rektor dan pimpinan perguruan tinggi mengusulkan agar forum serupa dapat dilaksanakan secara lebih rutin.

“Ada permohonan juga dari para rektor dan guru besar agar forum-forum seperti ini bisa lebih dirutinkan kembali,” ujar Mensesneg dalam penjelasannya kepada awak media.Dalam taklimat tersebut, Mensesneg mengatakan bahwa Presiden Prabowo mendapat laporan sejumlah mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan tinggi di Indonesia yang saat ini mencapai sekitar 9,9 juta orang. Namun, dari jumlah tersebut, penerima beasiswa masih relatif terbatas yakni 1,1 juta penerima.

Terkait masalah tersebut, Presiden Prabowo mengarahkan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Kementerian Sekretariat Negara untuk mengadakan penghitungan dan perumusan ulang kebijakan untuk jumlah penerima beasiswa dapat diperluas secara signifikan.

Bapak Presiden mengarahkan kepada kami, terutama Mendiktisaintek dan kami sebagai Mensesneg untuk mencoba menghitung ulang, mengformulakan ulang bagaimana memperbesar sebanyak-banyaknya penerima beasiswa,” ujarnya.

Selain itu, Presiden Prabowo juga secara khusus mengatakan pentingnya penguatan pendidikan di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Presiden Prabowo mengatakan agar alokasi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) lebih difokuskan pada bidang tersebut sebagai langkah percepatan agar mengejar ketertinggalan Indonesia dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Presiden Prabowo sempat mengatakan berharap mencapai di atas 80 persen, karena kita memang konsentrasi untuk mengejar ketertinggalan kita terlebih dahulu dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar Mensesneg.

Presiden Prabowo juga mengamati persoalan kekurangan tenaga kesehatan, khususnya dokter dan dokter spesialis. Pemerintah, Mensesneg mengatakan telah menyiapkan dua langkah utama untuk menjawab tantangan tersebut.”Sudah ada beberapa kebijakan-kebijakan untuk program studi-program studi kedokteran, untuk itu diperbesar dari sisi penerimaan jumlah mahasiswanya maupun yang menuju ke dokter spesialis. Yang kedua memang mau tidak mau nampaknya kita harus memberanikan diri untuk mau tidak mau kita membuat fakultas baru untuk kedokteran umum,” ujanya.

Selain dokter umum dan spesialis, Presiden Prabowo juga mengatakan pentingnya penguatan pendidikan dokter gigi, farmasi, serta teknologi kesehatan, seiring dengan semakin berkembangnya peralatan medis berbasis teknologi. Sedangkan untuk rencana pembentukan fakultas-fakultas baru tersebut, Mensesneg mengatakan bahwa pemerintah saat ini masih pada tahap identifikasi lokasi dan kebutuhan.

“Lokasinya belum, sedang dalam proses kita identifikasi, sebaiknya ada di mana dan berapa kira-kira yang kita perlukan,” ujarnya. (BPMI Setpres)

(SC: RRI.CO.ID.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *